A B C dan D untuk E ( Aku Bawakan Cinta dan Duit untuk Elsa )

A B C dan D untuk E / A B C & D for E

( Aku Bawakan Cinta dan Duit untuk Elsa )


#BAB1


SAHABAT SEJATI AGUS


Cerita diawali dari seorang pemuda disuatu kampung yaitu kampung Bayara, yang bingung mencari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup,

Dia adalah Agus seorang pemuda dengan usia 27 tahun, yang hidup mandiri dan hidup sendiri karna kedua orang tuanya telah meninggal dunia dua tahun yang lalu, karna kecelakaan mobil, dimana mobil yang ditumpangi kedua orang tuanya terjun kejurang, karna mencoba menghindari mobil lain didepannya agar tidak terjadi tabrakan, disaat ikut rombongan, untuk menghadiri hajatan pernikahan ditetangga kampungnya yang jaraknya lumayan jauh.

Agus adalah anak tunggal, dia bertahan hidup dikampungnya mengandalkan tetangga dan orang sekitar kampung untuk menggunakan jasanya sebagai kuli serabutan, seperti mencangkul sawah, memanen padi, bahkan mencari rumput untuk pakan ternak,

Agus hanya mengenyam pendidikan sampai lulusan SMP.

Namun kini suasana kampungnya sedang dilanda paceklik, padi gagal panen, musim kemarau melanda, sehingga orang orang tidak memakai jasanya lagi, karena untuk bertahan hidup saja orang orang dikampung Bayara saat itu susah.

Disaat Agus sedang bingung dan termenung didepan rumah gubuk peninggalan orang tuanya, tiba tiba dimasih suasana pagi datanganlah seorang pemuda dengan kendaraan motor matic yang usianya seumuran dengannya.

Setelah menyetandarkan motornya dihalaman depan rumah Agus, lalu menghampiri Agus, dia adalah Yanto teman dekat Agus waktu sekolah SMP,

Dan sebagai sahabatnya Agus di kampung sebelah yaitu kampung Binaraya, dan Yanto adalah anak pa RT di kampungnya dan ibunya sebagai pengurus PKK ( Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ),

Yanto anak kedua dari dua bersaudara, kakaknya perempuan Santi namanya, Santi sudah menikah dan tinggal dengan suami dikampung suaminya yaitu kampung Suasana, dan sudah dikaruniai satu anak laki laki.

Walau beda pendidikan, dimana Yanto lulusan SMA dan Agus  lulusan SMP namun mereka tetep menjalin persahabatan dengan baik, bahkan Yanto diwaktu masih sekolah dibangku SMA masih sering main ke rumah Agus seusai pulang sekolah, hanya untuk ketemu, ngobrol dan main.

Yanto menghampiri Agus yang sedang duduk termenung dikursi kayu, lalu menepuk bahu Agus,

" Bengong aja kamu gus .. Nanti kesambet setan sawah loh .. Kata Yanto,

Ah .. Kamu to .. datang datang bukannya salam atau tanya kabar malah ngomongi yang ngga jelas .. Ucap Agus,

Duduk to .. kata Agus, lanjut menyuruh Yanto agar duduk disampingnya,

Setelah duduk Yanto mengeluarkan sebungkus roko dan mengambil sebatang untuk dihisap, lalu menawarkan roko ke agus sambil meletakannya diatas meja,

Rokok gus .. kata Yanto,

Makasih to .. Ucap Agus,

Agus lalu mengambil bungkusan roko diatas meja dan mengambil sebatang untuk dihisap,

Sambil menghisap roko percakapan mulai hangat diantara mereka,

Gimana kabar kamu gus .. Tanya Yanto,

Yah beginilah hidup saya dikampung yang serba kekurangan to .. Apalagi semenjak kedua orang tua saya meninggal dalam kecelakaan itu .. Jelas Agus,

Ngomong ngomong gimana kabar kamu sendiri to .. Denger denger kamu sukses merantau di kota Jakarta .. Lanjut kata Agus,

Alhamdulillah gus .. seengganya saya bisa menghidupi diri saya dan bisa menafkahi orang tua saya .. Kata Yanto,

Oiya to sebentar saya mau ambil air minum, lupa ada tamu ngga disuguhin apa apa .. Ucap Agus,

Oiya gus .. saya juga lupa ga usah repot repot tadi saya beli minuman botol, sebelum kesini saya mampir di warung, beli minuman ringan dulu .. Jelas Yanto,

Ah biarin aja itu mah .. ga enak ada tamu dianggurin .. Ucap Agus,

Bener gus ga usah repot repot nyantai aja kaya ama siapa aja .. Bentar saya ambil minuman dulu tadi saya masukin ke bagasi motor .. Ucap Yanto,

Lalu Yanto beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju motornya untuk mengambil minuman yang dia beli di warung yang dia taruh di bagasi motornya,

Yanto kembali menghampiri Agus sambil menenteng dua botol minuman ringan beserta cemilan dan kembali duduk bersama Agus sambil menyodorkan minuman botol yang di bawanya,

Nih buat kamu .. Kata Yanto,

dan Yanto juga membuka bungkusan cemilan yg dia ambil dari jok motornya,

Makan gus .. Ucap Yanto, sambil menaruh bungkusan cemilan di atas meja,

Jadi enak nih .. Kata Agus, Sambil tersenyum,

Terlihat Agus meminum minuman ringan dari botol pemberian Yanto, lanjut memakan cemilan,

Oiya to ngomong ngomong kerjaan kamu di kota kerja apa to .. Tanya Agus,

Saya kuli gus pekerja kasar dan alhamdulillah saya dipercaya untuk jadi mandor mengawasi para pekerja proyek sebuah proyek pembangunan perkantoran yang lumayan besar dikota .. Jelas Yanto,

Boleh dong to .. saya ikut kerja sama kamu, jadi kuli proyek juga ngga apa apa yang penting saya punya penghasilan .. Ucap Agus,

Yakin kamu gus .. Kata Yanto,

Iya to .. Saya yakin .. Ucap Agus,

Gini aja nanti kamu saya ajak kekota, ikut saya kerja diproyek yang saya awasi, cuma saya minta kamu sungguh sungguh, bukan hanya sebagai kuli minimal kamu bisa menguasai pekerjaan proyek yang selama ini belum pernah kamu kerjakan .. Nanti saya ajari .. Jelas Yanto

Baik to .. Saya akan sungguh sungguh menekuni itu .. Oiya to untuk ongkos dan kebutuhan saya selama dikota, makan dan lain lainnya gimana to .. Tanya Agus,

Tenang aja gus .. saya yang nanggung semua kebutuhan kamu selama dikota .. Hari ini kamu ngga kemana mana kan .. Tanya Yanto,

Ngga to .. Emang mau kemana, kerjaan ga ada, mau jalan duit ga punya .. Jelas Agus,

Gini aja sekarang kamu siap siap dulu .. saya mau mengajak kamu ke rumah saya, sekalian kamu persiapin perlengkapan kamu buat ke kota ikut saya kerja .. Ucap Yanto,

Kebetulan saya besok sudah harus kembali lagi kekota .. Kamu nanti nginap aja dirumah saya, biar besok kita bisa bareng berangkat ke kotanya .. Jelas Yanto,

Saya mau siap siap dulu ya to .. Sebelum dan sesudahnya trimakasih banyak sudah mau ngebantu saya memberi pekerjaan .. Ucap Agus,

Kaya ama siapa aja gus .. kita kan udah lama bersahabat dan semestinya saya bisa membantu kamu dikala kesusahan .. Jelas Yanto,

Ya udah kamu siap siap dulu aja .. Lanjut Yanto,

Agus lalu beranjak dari tempat duduknya dan memasuki rumahnya untuk siap siap mempersiapkan perlengkapan, yang akan berangkat ke kota bersama Yanto.

Beberapa lama kemudian Agus keluar dari rumahnya dengan persiapan dan perlengkapannya yang dia simpan didalam tas besarnya,

To saya sudah siap nih .. Kata Agus, sambil mengunci pintu rumahnya dengan tas besar yang di gendongnya,

Udah siap gus .. Ucap Yanto,

Udah nih to .. Oh iya Sebentar to .. saya mau pamitan ke mang Udin dulu .. Ucap Agus,

Agus terlihat berjalan ke salah satu rumah yang tidak jauh dari rumahnya yaitu rumah mang Udin,

Mang Udin sosok tetangga yang baik hati yang selalu perhatian ke Agus, bahkan seperti anaknya sendiri, dia hanya tinggal berdua bersama istrinya, anak tunggalnya telah meninggal karna sakit yang lama diderita,

Dan sampai kini belum lagi dikaruniai seorang anak, begitu juga sebaliknya Agus sepeninggalan kedua orang tuanya, mang Udin sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri.

Asalamuallaikum .. Ucap Agus sambil mengetuk ngetuk pintu rumah mang Udin,

Walaikumsallam .. Sahut suara bapak bapak dari dalam rumah yang tidak lain adalah mang Udin,

Sambil membuka pintu rumahnya mang Udin sedikit kaget melihat Agus berdiri didepan pintu rumahnya dengan pakaian rapih,

Kamu gus .. Kata mang Udin,

Iya mang .. jawab Agus,

sambil menyodorkan tangannya untuk salaman dan mencium tangan mang Udin,

Rapih amat gus .. tumben, Mau kemana nih .. Sini masuk dulu .. Kata mang Udin,

Maaf mang saya hanya sebentar .. Saya mau pamitan ke mamang .. Sekaian minta tolong jagain rumah saya .. Ucap Agus,

Emang mau kemana gus .. Tanya mang Udin,

Saya mau merantau ke kota mang .. Mau kerja bareng Yanto .. Jelas Agus,

Yanto teman sekolah kamu gus, anaknya RT kampung sebelah itu .. Tanya mang Udin,

Iya mang .. Awalnya saya minta kerjaan kedia terus Dia langsung ngajak saya untuk kerja di kota .. Jelas Agus,

Mamang tau sendiri .. gimana kehidupan saya disini, apalagi semenjak kepergian kedua orang tua saya menghadap yang maha kuasa .. Jelas Agus,

Tidak berapa lama Yanto menyusul Agus sambil menuntun motornya mendekati rumah mang Udin dimana Agus berada, setelah menyetandarkan motornya lalu Yanto mendekati Agus yang sedang bersama mang Udin,

Asalamuallaikum .. ucap Yanto,

Walaikumsallam .. balas mang Udin dan Agus bersamaan,

Kamu Yanto .. Tanya mang Udin,

Iya mang .. Kata Yanto, sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan mencium tangan mang Udin,

Mamang sampe pangling liat kamu to .. Mungkin karna sudah lama ga ketemu kamu .. Kata mang Udin,

Iya mang saya lama ngrantau dikota semenjak lulus SMA .. Jelas Yanto,

Mamang inget bener waktu kalian masih anak anak .. Kalian anak anak yang baik yang nurut sama orang tua .. Jelas mang Udin,

Kami hanya mencoba untuk menjadi anak anak yang baik aja mang .. Kata Yanto, Sambil tersenyum tipis dan melirik Agus.

Ya udah mang .. saya mau pamit.. Kata Agus,

Doain kami berdua agar kami sukses dirantauan, sementara sampai besok saya nginap dirumah Yanto biar besok bisa langsung berangkat bareng kekota .. Lanjut kata Agus,

Itu pasti gus .. Hati hati aja dirantauan, jaga diri kalian baik baik .. Kata mang Udin,

Makasih mang .. Kata Agus,

Sambil megulurkan kembali tangan kanannya untuk salaman dan mencium tangan mang Udin untuk pamitan, dan disusul Yanto bersalaman dan mencium tangan mang Udin,

Saya pamit dulu ya mang .. Kata Yanto,

Iya silahkan .. Kata mang Udin,

Dan mereka berdua langsung menuju motor, Yanto langsung menaiki motornya sambil menyalakan motor dengan menstarternya, menyusul Agus untuk berbonceng dibelakangnya.

Asalamuallaikum mang udin .. Ucap Agus dan Yanto bersamaan,

Walaikumsallam .. Hati hati dijalan ya .. Sahut mang Udin,

Makasih mang .. Ucap Agus,

Terlihat Yanto melajukan pelan motornya bersama Agus meninggalkan mang Udin,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIBAHASA

A B C dan D untuk E ( Aku Bawakan Cinta dan Duit untuk Elsa )

HARI ESOK