A B C dan D untuk E ( Aku Bawakan Cinta dan Duit untuk Elsa )
A B C dan D untuk E / A B C & D for E
( Aku Bawakan Cinta dan Duit untuk Elsa )
#BAB4
TIBA DI KOTA
Iya bu .. Pa .. Kata Yanto dan Agus bersamaan.
Sekarang kami pamit pa .. Bu .. Sekali lagi kami minta doa bapa dan ibu selalu, agar kami berdua selalu baik baik aja di kota .. Kata Agus,
Itu pasti .. Ucap bu Susan,
Kemudian Yanto dan Agus berpamitan mereka berdua menyalami pa Toni dan bu Susan untuk pamitan,
Mereka berdua Yanto dan Agus berjalan keluar rumah di iringi pa Toni dan bu Susan,
Dan mereka menaiki motor ojek masing masing yang sudah menunggu untuk mengantar mereka ke terminal,
Bu .. Pa .. Kami pamit .. Asalamuallaikum .. Kata Yanto,
Asalmuallaikum .. Ucap Agus untuk berpamitan,
Walaikumsallam .. Balas pa Toni dan bu Susan bersamaan,
Hati hati dijalan .. Kembali ucap bu Susan, yang melepas ke dua remaja itu salah satunya Yanto anaknya,
Walau hatinya masih memendam rasa rindu yang sekian lama ditinggal anaknya Yanto untuk merantau ke kota, kini di tinggalkannya kembali, terlihat jelas dia menahan air matanya yg akan jatuh,
Kedua tukang ojek melaju perlahan kendaraannya masing masing dan semakin jauh dari pandangan pa Toni dan bu Susan, sampai tidak terlihat lagi oleh keduanya,
Ayo masuk bu .. Ajak pa Toni, agar bu Susan segera masuk ke rumah usai melepas anaknya dan Agus menuju ke terminal untuk berangkat ke kota,
Lalu mereka berdua memasuki rumah dan keduanya langsung duduk di ruang tamu,
Sudah jangan sedih bu .. Kaya baru pertama aja ditinggal Yanto .. Ucao Pa Toni menasehati istrinya,
Iya pa .. Biar gimanapun hati seorang ibu tidak bisa dibohongi tentang kesedihan ditinggal anaknya jauh merantau ke kota, Apa lagi Yanto anak kita tinggal satu satunya yang masih bersama kita, semestinya dia bersama kita menemani kita disini .. Ucap bu Susan,
Iya bu .. Bapak paham .. Kita relakan dan ikhlaskan saja Yanto untuk merantau ke kota, semoga aja dengan begitu Yanto memiliki jiwa mandiri dan nanti akan kuat untuk menghadapi hidupnya dikala sudah berkeluarga, dan kita selalu do'akan agar Yanto dan Agus selalu baik baik aja disana di jauhkan dari segala masalah .. Ucap pa Toni,
Iya pa .. Bapa ngga berangkat ke kantor .. Tanya bu Susan,
Ngga jadi bu .. Ngga tega ninggalin ibu sendirian di rumah, karna baru banget ditinggal Yanto ke kota, ditambah ditinggal saya kekelurahan sementara ibu masih dalam kesedihan .. Ucap pa Toni,
Nanti saya mau hubungi pa lurah bahwa hari ini saya ngga ke kelurahan dulu .. Lanjutnya ucap pa Toni,
Ya sudah pa .. Makasih sudah ngertiin ibu .. Sekarang ibu mau kedapur persiapan masak untuk makan siang .. Kebetulan dikulkas masih banyak stok untuk dimasak .. Kata bu Susan,
IYa bu .. Bapa mau mengubungi pa lurah dulu mau bapa telpon .. Kata pa Toni,
Kita tinggalkan pa Toni dan bu Susan,
Akhirnya Agus dan Yanto sampai juga diterminal, yang lumayan jauh dengan ditempuh kendaraan motor dari kampungnya, sekitar empat puluh lima menit untuk sampai di terminal,
Sampai juga akhirnya di terminal .. Kata Yanto,
Alhamdulillah to .. kita sampai dengan selamat .. Kata Agus,
Ayo kita cari bus yang ke kotanya to, Ga sabar nih pengen nyampe ke kota .. Lanjut kata Agus Sambil senyum senyum,
Sabar atuh gus .. Ucap Yanto sambil tersenyum .. Kita cari bekal dulu ke toko itu, sambil menunjuk salah satu toko disekitaran terminal, kita beli minuman dan cemilan buat bekal nanti didalam bus kota .. Kata Yanto, sambil berjalan menuju toko,
Usai belanja minuman ringan dan makanan untuk cemilan, mereka berdua duduk duduk di depan toko yang memang tersedia untuk para pembeli sekedar istirahat atau menunggu kedatangan busnya,
Kita ngroko sebatang dua batang dulu gus, sambil nunggu busnya .. Kata Yanto, dan mengeluarkan bungkusan rokok dari dalam kantong celananya,
Soalnya kalau sudah didalam bus kita susah ngroko gus .. walau memang di sediain tempat buat ngeroko di tempat duduk paling belakang, cuma kalau kita yang dapat .. kalau ngga, tahan tuh rasa asem nih mulut .. Hehehehe .. Lanjut Kata Yanto,
Dan memang Yanto seorang perokok aktif, mungkin karna pekerjaannya diproyek yang memang keras untuk digeluti, sehingga rokoklah untuk dijadikan penenang,
Lalu Yanto menyodorkan rokok ke Agus,
Roko gus .. Kata Yanto,
Okelah kalau begitu .. Kata Agus, sambil mengambil rokok pemberian Yanto,
Mereka berdua menikmati rokok dan minuman yang di beli, dan masih duduk duduk didepan toko sambil ngobrol disertai senda gurau,
Jakarta .. Jakarta .. Jakarta .. Teriak kondektur bus kota yang sudah dilengkapi AC dan TV didalam nya, dengan supir yang sambil memarkirkan busnya di lot tempat ngetem biasanya bus terparkir,
Ayo gus .. Busnya sudah datang .. Mumpung masih kosong biar dapat tempat dududuk .. Jelas Yanto,
Ayo to .. Timpal Agus, sambil mematikan sisa rokoknya dan menuju bus,
Kita duduk di kursi paling belakang aja gus .. Mumpung belum ada yang ngisi biar bisa ngeroko .. Ucap Yanto,
Oke bosskuh .. Ucap Agus, sambil tersenyum menuju ke tempat duduk paling belakang mengikuti Yanto,
Selang beberapa lama kemudian bus yang di tumpangi Agus dan Yanto sudah lumayan banyak terisi penumpang nya,
Jakarta .. Jakarta . jakarta .. Teriak kondektur untuk menarik perhatian calon penumpang yang mau berangkat ke jakarta, dan bus melaju perlahan berangkat meninggalkan terminal.
Agus dan Yanto sedikit lega karna sudah lama menunggu momen keberangkatan bus kota yang lama mencari penumpang.
Akhirnya berangkat juga nih bus .. Kata Yanto,
Iya to .. Saya ga sabaran sampai ke kota .. Kata Agus, sambil tersenyum kecil,
Ngroko lagi gus .. Ucap Yanto, sambil menyodorkan bungkusan rokok ke Agus,
Makasih to .. Emang kamu sahabat terbaik saya to .. Ucap Puji Agus,
Bisa aja kamu gus .. Inilah makna nya persahabatan .. Kata Yanto
Saya ngga akan melupakannya to .. Kamu dan orang tua kamu yang selalu peduli dan perhatian sama saya selama ini .. Ucap Agus,
Sudahlah gus .. Jangan dibahas melulu .. Jelas Yanto,
Soalnya selama inikan kita baru lagi ketemu to .. Dan saya ngga nyangka kalau kamu masih ingat saya bahkan bukan sekedar itu .. Kamu juga memberikan pekerjaan buat saya .. Ucap Agus, sambil menundukan kepala,
Udah jangan sedih apah .. saatnya kamu raih kesuksesan makanya kamu harus semangat jangan lagi bersedih .. Ucap Yanto menghibur Agus,
Siap bosskuh .. Kembali Agus tersenyam,
Bus terus melaju kencang setelah memasuki jalan tol, Terlihat para penumpang sebagian tertidur, begitu juga Agus dan Yanto tanpa aba aba mereka berdua bersamaan terlihat lelap tertidur,
Waktu terus berlalu, tak terasa perjalanan bus kota sudah sampai di salah satu terminal kota di jakarta, kurang lebih lima jam waktu perjalanan dilalui,
Ayo .. Ayo .. Ayo .. Sudah sampai .. Sudah sampai .. Teriak kondektur bus ke penumpang,
Penumpang yang tertidur langsung bangun dan bergegas untuk turun dari bus melanjutkan kembali perjalanan ketempat yang dituju masing masing,
Tidak terkecuali Agus dan Yanto yang juga bergegas turun untuk melanjutkan kembali perjalanan ke tempat rumah kontrakan,
Ayo gus .. Kita turun sudah sampai diterminal .. Ajak Yanto,
Okay to .. Ucap Agus,
Lalu mereka berdua turun dari bus kota yang mereka tumpangi.
Kita kemana lagi to .. Tanya Agus,
Nanti kita naik angkot yang warna biru itu .. Kebetulan angkot itu lewat ga jauh dari rumah kontrakan saya gus .. Jelas Yanto,
Nanti setelah naik angkot itu kita jalan kaki ke rumah kontrakan saya .. Kontrakan rumah saya ngga jauh ko deket jalan raya .. kurang lebih lima meter dari jalan raya .. Lanjut Yanto,
Ngomong ngomong perut laper nih gus .. Kamu ngga laper gus .. Tanya Yanto,
Laper sih .. Cuma saya kan udah biasa laper to .. Hehehe . Kata Agus, sambil tertawa kecil,
Ya udah kita cari tempat makan .. Kita makan dulu sebelum naik angkot itu .. Biar nanti sampai rumah kontrakan tinggal nyantainya dan langsung istirahat .. Kata Yanto,
Itu ada rumah makan .. kita kesana .. Lanjut kata yanto,
Oke bossku .. Timpal Agus,
Mereka berdua berjalan menuju rumah makan yang Yanto tuju,
Lanjut bagian 5
Komentar
Posting Komentar